Aku sudah enggan tuk melanjutkannya.
Aku menyerah.
Sudah tak sanggup menahan sakitnya berjuang sendirian.
Aku pernah menunggumu.
Dari waktu ke waktu.
Tak mengenal lelah.
Yang tak ingin menghadirkan rasa putus asa.
Karena harapan yang masih ingin ku jadikan sebagai hal yang nyata.
Dan kini aku telah sadar.
Kau tak bisa memberiku ruang dihatimu.
Selama aku bertahan dihari kemarin?
Semakin aku percaya.
Rasa itu tak akan pernah hadir untuk diriku.
Justru.
Aku seperti berada pada ruang kosong yang tak memiliki objek didalamnya.
Entah aku harus mulai berjalan dari sudut yang mana.
Ini membuatku merasa bingung.
Karena keinginanku yang tak memiliki landasan yang pasti.
Untuk apa aku melakukannya?
Abu-abu.
Tanpa adanya harapan.
Aku sendirian.
Dan ini bukan akhir yang indah untukku.
Bahkan jika aku tetap menunggu dengan caraku seperti ini?
Betapa bodohnya diriku ini.
Yang hanya bisa menjadi seseorang yang senang menunggu.
Menunggu harapan kosong.
Seharusnya aku tak perlu terlalu jauh jika ini hanya sekedar rasa yang mampu membuatku mengeluarkan air mata tuk kesekian kalinya.
Maaf, cukup aku melangkahkan kaki ku sampai disini.
Aku akan mengalihkan perjalanan ku.
Kembali.
Aku harus pulang.
Dimana seharusnya aku berada.
Dengan segenap rasa ikhlas dan mengharapkan pertolongan dariNya.
Agar aku bisa melupakan mu serta rasa yang pernah ku sebut dengan kata cinta.
Dari waktu ke waktu.
Tak mengenal lelah.
Yang tak ingin menghadirkan rasa putus asa.
Karena harapan yang masih ingin ku jadikan sebagai hal yang nyata.
Dan kini aku telah sadar.
Kau tak bisa memberiku ruang dihatimu.
Selama aku bertahan dihari kemarin?
Semakin aku percaya.
Rasa itu tak akan pernah hadir untuk diriku.
Justru.
Aku seperti berada pada ruang kosong yang tak memiliki objek didalamnya.
Entah aku harus mulai berjalan dari sudut yang mana.
Ini membuatku merasa bingung.
Karena keinginanku yang tak memiliki landasan yang pasti.
Untuk apa aku melakukannya?
Abu-abu.
Tanpa adanya harapan.
Aku sendirian.
Dan ini bukan akhir yang indah untukku.
Bahkan jika aku tetap menunggu dengan caraku seperti ini?
Betapa bodohnya diriku ini.
Yang hanya bisa menjadi seseorang yang senang menunggu.
Menunggu harapan kosong.
Seharusnya aku tak perlu terlalu jauh jika ini hanya sekedar rasa yang mampu membuatku mengeluarkan air mata tuk kesekian kalinya.
Maaf, cukup aku melangkahkan kaki ku sampai disini.
Aku akan mengalihkan perjalanan ku.
Kembali.
Aku harus pulang.
Dimana seharusnya aku berada.
Dengan segenap rasa ikhlas dan mengharapkan pertolongan dariNya.
Agar aku bisa melupakan mu serta rasa yang pernah ku sebut dengan kata cinta.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar